Tertusuk Bayang Ibu

Aku tak tahu bagaimana perasaan ini mulai ada. Juga tak tahu mengapa Tuhan kirimkan kau yang berkelebat lewat, dan akhirnya melekat di hati. Kita berkawan erat. Entah, bagaimana awalnya. Aku tak pernah tahu. Mungkin juga kau. Persahabatan ini bergulir begitu saja. Subur, kehijauan. Begitu berkilauan cahyanya tanpa pernah silaukan mata. Begitu mencengkeram ke pori pori... Continue Reading →

Iklan

Pulang

Menuju rumah. Siap siap. Siap siap. Ada senyum gugur di musim subur. Ada suara tembok tembok mabuk. Dinding dinding dingin. Jerit pecah di sigar bencah. Si peragu datang dan pergi dan datang. Kebuntuan menjepit air mata. Angin mengaburkan ingin. Menuju rumah. Siap siap. Siap siap. Ciptakan hati paling sabar di dasar. Segala yang keras pura... Continue Reading →

mimpi yang hhffff..

Kemana perginya mimpi semalam, yang sepanjang hari menyisakan perih. Seperti ombak dalam ragu. Datang pergi. Datang pergi. Menjauh dekat. Jauh mendekat. Keterlaluan menggodaku. Bukankah kuraih tubuhmu seluruh utuh? Kumiliki bibir kanak kanakmu. Begitu satu kita. Begitu satu. Tapi jiwa aku tak kuasa. Sungguh tak kuasa kugenggam. Sebatas apa hendak kutahu. Rindumu. Cintamu. Hati. Nama ku... Continue Reading →

Satu Ibu Dalam Diriku

Aku muak pada sosok ibu. Muak semuak muaknya, sampai sampai aku enggan tatap muka dengan muka ibu. Aku disiksa siksa lagi. Kuberitahu rasa sakit lewat tangis teriak, malahan buat ibu makin marah, ada alasan tuk tusuk tusuki hati jiwa badan. Keras, sekeras keras tangis keluar, makin keras tubuh dipukuli, pun kata kata kasar nyasar ke... Continue Reading →

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: