Facebook dan Buku

Fesbuk. Fesbuk. Fesbuk. Wuihh… begitu banyak kemajuan disebabkan olehnya. Tak hanya soal jalinan silaturahmi yang tersambung, mempertemukan mereka yang mustahil ketemu di dunia nyata. Tapi juga soal kemanusiaan, mampu membentuk ‘people power’nya yang tak bisa diabaikan pemerintah. Bahkan soal karya. Tak dapat dipungkiri, fesbuk bisa jadi tempat penyinta dunia kreatif saling menularkan spirit, saling memberi... Continue Reading →

Iklan

Tentang Kelemahan

Jangan perdaya aku dengan puisi. Jangan lukai tubuh puisi. Puisi adalah kemurnian hati seseorang, itu yang selalu aku percaya. Nah, kini kau telah tahu, bagaimana cara menipuku. Status Fesbuk Sabtu, 15 Mei 2010 Komentar menarik: Budi Maryono tetap dengan puisi! Nita Tjindarbumi Puisi hanya sebersit imaji penyair...setelah itu....pusss lenyap. dia persembahkan untuk pembaca. mengaduk-aduk rasa... Continue Reading →

Tentang Peluk

Dicari: Sebentuk Peluk Status Fesbuk, 8 April 2010 * Komentar  unik: Jeppe Indrawisudha - Di dalam gubuk? Koelit Ketjil - sudah ketemu? coba umumkan di mushola klo blum ada kabar juga baru lapor pulisi    :-p Nasarius Sudaryono - di tengah ceruk penuh lekuk

Jeppe Indrawisudha dan American Splendor

Dari Catatan Fesbuk: Purwono Nugroho Adhi Geliat Relism sajak-sajak Jeppe Indra Pada suatu kesempatan, saya berdiskusi panjang lebar dengan Jeppe. Saya masih teringat, tentang apa yang diungkapkannya menyoal puisi. Secara singkat, ia menyatakan, “mengapa puisi harus menipu mata”. Ketika ada banyak keprihatinan dan kenyataan pahit, baik dari hidup pribadi, ruang publik maupun hidup sebagai warga... Continue Reading →

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑