Belajar Kisah Kasus Ariel, Soal Don Juanisme

Hmmm,.. mari bayangkan. Anda punya segala yang menjadi milik. Karir cemerlang. Populer, banyak penggemar. Semua itu didapat dengan kerja keras. Tak hanya bakat dan kemampuan, anda juga mulai perhatikan penampilan. Berusaha ekstra keras membentuknya biar menarik (siapa bilang menjaga ‘body’ itu kerjaan gampang…) Lalu jadilah wajah tubuh mendekati sempurna, uh, siapa yang tak menggilai anda.

Tentu anda ingin sekali menunjukkan kesuksesan itu kepada banyak orang, bukan? Hal hal yang mengikutinya, seperti sukses memikat hati lawan jenis (yang juga ‘sempurna’ di mata publik) mestinya jadi kebanggaan tersendiri yang segera ingin anda abadikan. Mulanya hanya untuk diri sendiri saja, tapi, hmm…bukankah hampir semua pelaku penyelewengan punya godaan untuk membocorkannya..

Ah. Meski sedikit basi, masih saja menarik rasanya, mengikuti kisah kasus Ariel.

Gambaran di atas sekedar imaji saya ketika membayangkan diri ada di sana. Waow, teringat masa remaja ketika kepingin sekali terlihat seksi, karena bentuk tubuh mendukung untuk melakukannya. Saya cukup paham situasinya, tentang hasrat untuk mengabadikan diri dengan merekam suara (seksi), video (porno) , foto (bugil) atau lainnya. Semua ini terpikir ketika saya teringat tentang narsisme, tentang presentasi (baca: pamer) diri. Apakah Ariel, dan sebagian hasrat dari diri kita itu mengalami kedua hal ini?

Namun sempat saya terpikir juga soal ekshibionis, yaitu hasrat seksual seseorang (merupakan kelainan) untuk memamerkan kelaminnya kepada orang tertentu, bukan agar bisa berhubungan seksual tapi lebih kepada sensasinya (biasanya setelahnya mereka melakukan masturbasi).

Itu bila kita berpikir soal narsisme, presentasi diri, atau ekshibisionis, tapi saya tertarik hal lainnya.

Suatu hari, ketika menonton pendapat salah seorang pakar psikologi di televisi, disebutkan bahwa sosok seperti Ariel kemungkinan mengidap Don Juanisme. Hhmm.. saya jadi kepingin tahu lebih banyak tentang ini. Dan, fuihh… cukup takjub juga dengan hasil pencarian tentangnya.

Perilaku Don Juan terjadi ketika seseorang mengalami kondisi Satyriasis, dari bahasa Yunani ‘satyros’ yang berarti ‘satyr’. Dalam mitologi Yunani, satyr merupakan makhluk separuh kambing separuh manusia yang merupakan ikon perilaku seksual yang acap membuat keonaran.

Satyriasis merupakan keabnormalan gairah seksual yang intens pada pria. Ini adalah perilaku seksual romantik yang berlebihan, tidak normal, tidak terkontrol. Ini juga akibat dari kondisi narcissisme yang ekstrim ketika seseorang merasa segalanya selalu menyangkut dirinya bukan orang atau hal lain.

Seorang yang disebut Don Juan umumnya memiliki dorongan besar untuk menundukkan wanita dalam hal seksual. Biasanya tertarik pada proses penaklukan, dan rasa ketertarikan pada lawan jenis akan surut setelah berhasil ditaklukkan. Ya, merekalah sang petualang kelamin.

Menurut Carl Gustav Jung (tokoh psikologi), pria yang mengidap sindroma Don Juan adalah pria yang ingin mencari figur ibunya (ada konflik Oedipus) dalam diri setiap wanita berbeda. Mereka haus pengakuan dan senang dipuji orang banyak, justru karena kurangnya rasa percaya diri.

Kebanyakan Don Juan tidak menikah, atau menikah namun hanya untuk formalitas belaka.

Ada banyak lelaki di luar sana yang memiliki kecenderungan Don Juan. Jadi, para wanita nampaknya perlu cermati hal ini. Saya pikir, lelaki petualang kelamin mendekati wanita bukan semata karna baik buruknya kepribadian, atau indah tidaknya penampilan fisik, tapi karena ada peluang yang memungkinkan mereka masuk, dan bebas berpetualang dalam hidup banyak wanita.

Jika anda sedang berada disana, jangan lupakan soal penyakit kelamin juga ya. Oke?!

Salam,

SandraPalupi

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s