Facebook dan Buku

Fesbuk. Fesbuk. Fesbuk. Wuihh… begitu banyak kemajuan disebabkan olehnya. Tak hanya soal jalinan silaturahmi yang tersambung, mempertemukan mereka yang mustahil ketemu di dunia nyata. Tapi juga soal kemanusiaan, mampu membentuk ‘people power’nya yang tak bisa diabaikan pemerintah. Bahkan soal karya. Tak dapat dipungkiri, fesbuk bisa jadi tempat penyinta dunia kreatif saling menularkan spirit, saling memberi inspirasi, dan sebagainya.

Khususnya dalam soal karya, fesbuk sungguh memungkinkan seorang yang tadinya merasa karyanya biasa saja, nyatanya malah mendapat ‘sambutan meriah’ dari para penikmatnya yang sesama fesbuker. Ini nampak dalam dunia kepenulisan.

Budaya baca dan tulis yang berkembang pesat, seringnya menginspirasi para penulis dan menemukan gairahnya dari sana. Membuat buku bukan lagi cita-cita yang mustahil dan langka. Pemilik dana yang merupakan penikmat dan peminat suatu karya, akan tertarik untuk membantu menerbitkan. Baik beramai-ramai, maupun seorang diri. Fesbuk memungkinkan segalanya terjadi, tanpa keharusan sering-sering bertatap muka di dunia nyata.

Saya sungguh menyambut gembira kehadiran karya kawan-kawan fesbuk (satu lagi keasyikan tiba-tiba ketemu, bisa menyebut mereka yang ternama sebagai ‘kawan fesbuk’..hehehe) dalam bentuk buku. Baik itu berupa antologi puisi, cerpen, maupun novel. Banyak dan makin banyak saja, tumbuh begitu subur.

Ehm, saya tak hendak membicarakan kualitas dari buku-buku tersebut. Saya hanya ingin mencari solusi bagi buku yang dijual secara online. Sebagai penyayang buku dengan dana pas pasan, biasanya saya mencari buku yang berkualitas dengan harga terjangkau. Menunggu datangnya diskon, atau memburu ke penjual buku yang sudah terkenal bisa menjual buku dengan harga miring.

Sedih juga, jika karya kawan-kawan fesbuk yang makin banyak itu tak bisa saya dukung dengan membeli buku ciptaan mereka.

Pertama saya kesulitan melakukan seleksi lewat kualitas karya, juga kegunaannya bagi saya untuk belajar.

Kedua, ongkos kirim yang menyertai harga bukunya (yang terkadang sudah dimulai dengan harga cukup tinggi) memang cukup memberatkan bagi saya. Terkadang ongkos kirim hampir sama besarnya dengan harga buku.

Ketiga, cara pembayaran yang ‘ribet’ bagi saya jika tak punya ATM yang sama untuk melakukan transfer. Saya akan dikenakan ongkos tambahan lagi untuk jasa transfer. Terkadang saya juga harus menuliskan kode-kode tertentu yang Ya Tuhan, bukan saya banget untuk berusaha tahu semua itu. Bahkan ada ATM yang menolak transfer bila jumlahnya tidak memenuhi standar minimal. Lewat Bank, jelas saya harus mencuri waktu kerja saya. Lewat kantor pos, yah… ada biaya tambahan lagi untuk jasa wesel.

Saya jadi bertanya-tanya, adakah solusi bagi semua ini. Apalagi jika kelak saya yang mendapat ‘giliran’ untuk bisa membukukan karya saya. Bagaimana cara saya agar tidak merepotkan para penikmat karya yang hendak membeli buku saya kelak, bila terpaksanya saya harus mendistribusikan buku-buku tersebut dengan cara yang sama, online.

Sepenuhnya saya sadari, buku sastra seperti puisi atau cerpen yang saya geluti, sedikit diminati bila tak ‘bagus bagus amat’, apalagi ‘terbit’ dari fesbuk (banyak orang menyangsikan karya yang datang dari pengarang dunia maya seperti facebook), ditambah amatiran seperti saya. Book from facebooker. Sudah disangsikan kualitasnya, rumit pula cara pemasarannya. Repot bukan?

 

Salam,

SandraPalupi

 

One thought on “Facebook dan Buku

  1. iya..tentang darmanto Jatman..
    saya pernah diberi wjangan dalam pelatihan singkat sebagai konselor..
    dalam karyanya – meskipun hanya bisa dihitung jari yang saya baca – saya bisa menikmati alur pengembaraan imajinasinya….

    iya..darmanto Jatman

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s