Kilas Kenang Darmanto Jatman

Seorang dosen laki laki bertubuh proporsional, masuk ke ruang kelas. Rambutnya  kribo (bukan kriting bokek, ehm), wajah Njawani dan selalu tersenyum.  Gaya berjalannya, santai dan tenang  sekali. Logatnya tak terlalu medok Jawa. Gayanya bicara, menunjukkan beliau orang yang hangat, terbuka, bukan sosok orang tua kolot.

Baju dan celana jeans,  membuat beliau berbeda dari dosen kebanyakan. Apalagi ditambah tas dan sandal japit kulit. Jaman itu, tak ada dosen yang bersedia pakai sandal kulit di kelas. Kesan santai itu menjauhkan saya dari perasaan malas kuliah. Saya pun bersemangat dan duduk di barisan depan.

“Hei,.. yang jelek kok duduk di depan,.. yang  cantik cantik kok malah duduk di belakang.” Selorohnya sembarangan sambil menatap saya yang cengar cengir kecut.

Asyeemmm.. batin saya waktu itu. Hehehe.

“Bercanda kok ya,.. halah, gitu aja kok ya ngambek.” Beliau tertawa lebar, disambut tawa seisi ruangan yang tak juga berhenti. Lha memang wajah saya jelek.  Ngenyek kok pas…

 

Darmanto Jatman Kini.

Darmanto Jatman dan Keluarga

 

Ah, itu kenangan saya waktu kuliah  dulu. Waktu itu saya belum perhatian soal sastra. Buku Pak Dar yang saya baca malah buku psikologi yang ditulis dengan cara yang berbeda. Manusia Kelas Menengah Indonesia.  Saya suka pemikiran beliau yang  tertuang di buku itu.

Pak Dar memang suka ceplas ceplos. Tapi jika sudah dekat, asik diajak berdiskusi. Waktu itu saya pernah bekerja sama dengan beliau. Datang ke rumahnya, meminta beliau jadi pembicara di salah satu acara kemahasiswaan di kampus. Menyenangkan sekali bekerjasama dengan beliau. Tak ada rasa sungkan, semua terbimbing,  pandai menghangatkan suasana.

Setelahnya, tak pernah lagi saya berhubungan dengan beliau. Tapi malah saya bersahabat dengan  Sami, anak Pak Darmanto.

Semua adalah kenangan. Lulus kuliah baru  saya ‘ngeh’ soal kepenyairan Pak Dar. Penyair yang flamboyan, dan mendapat julukan ‘Burung Perkutut’. Hampir semua karyanya mengandung Falsafah Jawa.

Ah, Sami. Rasanya sangat tidak adil kalau aku berharap kamu meneruskan karya karya  Bapakmu. Darmanto Jatman. Hehehe… tapi, kalau membayangkan, sepertinya adil adil saja🙂

Gambar  : Gautama Jatining Sesami.

One thought on “Kilas Kenang Darmanto Jatman

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s