Netek Menantu

Pak Purwo begitu bahagia, baru saja ia menikahkan putra pertamanya, Jeki. Seminggu berlalu, kepenatan dan kelelahan selama acara pernikahan kemarin mulai menguap.

Jika sudah begitu, pikiran iseng Pak Purwo mulai berjalan. Sambil duduk duduk santai di teras yang silir, Pak Purwo tiba tiba bicara serius dengan si Jeki

“Jek, Bapak boleh ndak netek bojomu?”

“Bapak kok omong begitu…?” Jeki kaget tak karuan. Jeki memang sangat menghormati Bapaknya, tapi kok seperti tak sopan begitu.

“Lha apa ndak boleh?” Pak Purwo ngeyel. Tapi kaget juga dengar suara keras Jeki. Dia biasanya kalem. Digoda juga cuman mesam mesem.

“Nyuwun sewu,.. Bapak kok saru..??”

“Jadi ndak boleh nih??” Pak Purwo masih ngeyel.

“Ya jelas ndak boleh tho Pak, Dek Ning kan istriku..”

“Lha apa bedanya?!” Pak Purwo masih ngeyel. Wajahnya cemberut.

“Itu namanya pelecehan lho Pak…” Jeki memelas.

“Kamu itu anakku, mesti balas budi sama Bapak.”

“Balas budi sudah pasti. Tapi Bapak sebetulnya pinginnya bagaimana?”

“Ya, itu. Netek istrimu.”

“Lha kok balas budinya begitu?!?” Jeki mulai jengkel karna Bapaknya memaksa untuk melakukan hal yang tak pantas.

“Coba bayangkan waktu kamu kecil. Berbulan bulan lamanya, kamu kan juga netek istriku, Jek. Bapakmu ini sampai ndak kebagian jatah…”

“Oalah… Buapakkuuu….”

4 thoughts on “Netek Menantu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s