Tentang Rindu Ibu

Aku mau sakit, yang terkapar, yang sekarat. Dermaga yang merapatkan telingaku, ke desah ibu.

(Status Fesbuk, 15 Maret 2010)

*

Komentar Apik:

hati-hati dengan niat itu. ada saatnya bakal kauhentikan pelabuhan sauh di dermaga itu. sebai muara sungai kadang tak membuang laharnya ke laut abadi… semoga ketabahanmu mampu mengatasi. salam. – Kang Sastro

Ku katakan pada ibu dalam pangku, ”Ibu, aku ingin sehat, supaya aku bisa membabat orang-orang hebat yang telah mengambil martabat rakyat.” – Mardiana Setyaningrum

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s