M a $ A L @ H

Ah. Masalah bermunculan dan penuh gejolak. Semua meloncat loncat tak tahu arah. Seperti ribuan bola yang bermuatan listrik, siap nyengat siapa saja, kapan saja, dimana saja. Itulah masalah. Masalah. Yah, masalah.

Apakah ini baik atau tidak bagi perkembangan kehidupan manusia? Ini juga menjadi masalah. Mudah-mudahan dunia ini adalah yg disebut neraka sesungguhnya.. Sehingga surga adalah tempat manusia setelah mati. Jika memang begitu, maka semua makhluk bumi kini sedang menjalani kehidupan di neraka. Sehingga kematian adalah hal yang indah, yaitu ketika manusia bersiap-siap menuju surga. Surga, yang tentunya indah, tak seperti di dunia. Tak ada lagi masalah.

Tapi…masalahnya, apakah semua berarti bahwa manusia akan bahagia hidup di surga? Tanpa masalah, damai, tenang sepanjang masa. Apa mungkin bisa? Apa menariknya surga? Tak pernah merasa sedih, kesepian, marah, kecewa. Padahal selama ini, semua perasaan-perasaan itu mewarnai hidup manusia, sehingga dunia yang neraka ini menjadi terasa indah. Indah, karena setelah mengalami masalah berat yang bertubi-tubi, manusia menjadi lebih menghargai hidupnya.

Yah. Mungkin itulah sisi baik dari adanya masalah. Ketika manusia berhasil menemukan makna dari setiap masalah yang dilaluinya, maka hidup akan bertambah tingkatannya. Dan keindahan makin menjadi sempurna. Seperti batu permata yang harus digosok, diasah, sehingga kemilaunya bisa terpancar keluar. Bahkan semua yang melihat dan merasakannya menjadi kagum.

Ah. Masalah. Bukankah manusia bisa terus berkembang karena hidupnya terdiri dari monumen konflik. Masalah membuat manusia berpikir, merenung, berefleksi. Masalah membuat manusia belajar, bagaimana bertahan untuk hidup. Bagaimana memecahkannya, bagaimana menjadi peka terhadap kepentingan kebahagiaan orang lain. Masalah mampu membuat manusia berada dalam proses mencari, menemukan, dan akhirnya menerima.

Pada akhirnya. Masalah-masalah itu bisa menjadi muara pendewasaan bagi setiap makhluk yang melaluinya. Berhasil, gagal, sempurna, sepertinya itu adalah bagian dari masalah itu sendiri. Semuanya ini adalah demi tercapainya kesempurnaan hidup individu, yang sanggup menentukan kebahagiaan dan kepuasan hidup individu itu pula.

*

Dari Diary Diri -> 4 Mei 2005

2 thoughts on “M a $ A L @ H

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s