Kemilau Desember, itu kamu.

Catatan, 01 Desember 2009

Hari ini gue mo muji muji tentang lu ah, Nik,….nggak apa apalah,..amal.. hihiiiii buat lu apa seeh..yang nggakk…

Hari ini aku masuk ke dalam puisi puisimu. Cerita-ceritamu di http://hailangit.multiply.com/ juga pandangi gambar-gambarmu. Mengenang hari yg terlewat bersamamu,…lalu selanjutnya tanpamu. Aku kehausan ceritamu sungguh. Aku kehausan dirimu, atau setidaknya pribadi sepertimu, yang terbuka apa adanya. Tak pernah takut dimusuhi karna kebenaran kata-katamu hadir melalui pikiran yang sudah bersemayam di hatimu.

Kau selalu menghardik keras ketidakbenaran. Kau perjuangkan segala yang menjadi prinsipmu. Mencintai orang orang kecintaanmu, berusaha merawat dan menjaga kualitas cinta itu seperti orang yang pertama kali jatuh cinta.

Kau tak pernah mengeluh dan selalu bersemangat. Kita saling curhat, sambil menangisi banyak hal tentang hidup kita. Lalu diselingi canda mentertawai kebodohan kita, atau saling cela wajah kita yang penuh air mata dan ingus waktu itu. Ah,..tak pernah begini lepas sebelumnya. Hanya denganmu.

Kepadamu aku belajar arti kesederhanaan yang bersahaja. Prihatin terhadap bentuk kehidupan apa saja yang kita alami, dan menjalaninya sepantasnya. Berbagi setulus tulusnya. Memberi dari kekurangan. Seperti Bunda Maria, kau menyimpan segala perkara di dalam hatimu. Termasuk tentang keadaanmu. Sakitmu.

Dalam sakit, kau mampu menjalani kehamilan dengan begitu bersemangat. Dalam sakit, kau melahirkan tanpa keluh. Dalam sakit, kau mampu memberi hak Langit atas ASI. Dalam sakit, kau tertawa dan asik berkelakar bagi Langit, anakmu. Dalam sakit, kau berusaha memperhatikan mereka yang kau sayang.

Lalu aku masuk lagi ke catatan sahabatmu Indah, yang juga sangat kehilanganmu. Ada beberapa tentangmu. Tapi catatan ini (ga bisa bobo – 16 April 2009, Indah ‘lenonk’ Nurmasari) ada kata-katamu disana yang tak pernah bisa kulupa,

…………”tapi buat gue yang paling brengsek itu yah MATi. soalnya di dunia ini yang belum bisa di kaji cuma Kematian. MATI itu MIsteri.” katamu sungguh-sungguh.
SUMPAH! aku tidak mengerti kalau ini yang kamu maksud.
semua memang sangat-sangat menyakitkan karena terlalu tiba-tiba.
KAMu juga ngomong”yang paling menakutkan itu pergi tanpa kita sempat ngucapin selamat tinggal.” itu kata-kata yang selalu terngiang di otak ini.

Hah,..harusnya hari ini ulang tahunmu, sayang. Harusnya hari ini kudengar celotehmu yang riang, tak pernah kehilangan kata. Harusnya sudah kudengar olok-olok mu padaku yang tak pernah habis bahan ceritanya. Harusnya ada lilin lilin yang kau tiup lagi.

Hihiihi..Kemilau Desember, alamat emailmu itu dulu sempat kujadikan bahan bercanda kita.. tapi kau, memang hatimu selalu kemilau. Terlebih kau lahir di awal Desember..klop sudah bila kau memang salah satu makhluk yang membawa keceriaan di bulan ini, bulan yang begitu kemilau membentukmu menjadi rupa rupa cahaya.

Oke deh,..baek baek ya lu di surga sana.. seperti Vero bilang, kalo disana nggak enak, pasti lu udah balik lagi ke sini. Udah ah nulisnya, ntar lu ke – ge er -an lagihh…
kalo dikasih ijin ama Bang Munir bos lu itu, masuk ke mimpi gue yaakk. gue kangen tauuukkk!!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s