Madonna dan idiosyncratic Subversif

Menarik!

purwonomedia

“What Madonna has given to American culture, and culture throughout the world, is not a collection of songs; rather, it is a collection of images”.

Annalee Newitz

Berbicara tentang Madonna, sebagian orang lebih cenderung  “mengolok-olok” daripada menyanjung. Tipikal citranya yang “nakal” dan “menggoda” membawa dirinya dalam balutan subversif bagi budaya patrialkal. Madonna mungkin hanya salah satu  ikon “perempuan” yang dianggap sedikit berani menawarkan sebentuk fetish dengan pendobrakan terhadap tradisionalisme dan puritanisme. Namun, karena itulah, ia dianggap cemerlang untuk menghacurkan dari dalam dan meredevinisi segala kekuatan-kekuatan yang cenderung menganggap “tubuh perempuan” dalam balutan fetish, terutama sexual fetishism.

Beberapa kalangan industri seni, mengatakan, Madonna dianggap berhasil membawa a crossing-over in the entertainment industry. Ia dianggap mampu membawa “pencitraannya” dalam industri, baik fashion dan images pop culture  yang mempunyai ciri subversif, subculture, dan melintas batas, membawa apa yang dinilai oleh proyek moralitas untuk diredevinisi, diperdebatkan dan dipertanyakan. Kalangan tradisional…

Lihat pos aslinya 507 kata lagi

Iklan

Satu Ibu dalam Diriku

Aku muak pada sosok ibu. Muak semuak-muaknya, sampai sampai aku enggan tatap muka dengan muka ibu. Aku disiksa-siksa lagi. Kuberitahu rasa sakit lewat tangis teriak malah marah ibu makin menjadi, makin ada alasan tuk tusuk tusuki hati jiwa badan.Keras, sekeras keras tangis keluar, makin keras tubuh dipukul, pun kata kata kasar nyasar ke jiwa. Ini... Continue Reading →

Tertusuk Bayang Ibu

Aku tak tahu bagaimana perasaan ini mulai ada. Juga tak tahu mengapa Tuhan kirimkan kau yang berkelebat lewat, dan akhirnya melekat di hati. Kita berkawan erat. Entah, bagaimana awalnya. Aku tak pernah tahu. Mungkin juga kau. Persahabatan ini bergulir begitu saja. Subur, kehijauan. Begitu berkilauan cahyanya tanpa pernah silaukan mata. Begitu mencengkeram ke pori pori... Continue Reading →

Rahasia Setia Rosa

“Pasti selingkuhannya banyak…” Bu Tejo berusaha memancing Mbok Nah yang sedang menyeterika. “Waduh. Itu saya ndak tahu njih Bu, yang saya tahu Ibu itu sayang sama Pak Purbo, sama anak-anak, sayang sama saya juga.” “Lhoh,.. situ pembantu, kok ikut merasa disayang. Kamu biasa dikasih uang banyak ya?” Bu Jumi, yang juga tetangga dekat ikut-ikutan bergosip.... Continue Reading →

Dicari: Sebentuk Peluk

Hidup yang asing akan peluk. Telah membuat Ia gila. Didekatinya seorang ibu yang menangis di samping rumah sakit. Wajahnya kuyu, putus asa. Ibu itu berkisah, suaminya sekarat. Biaya rumah sakit tak terkira, tak mampu berpikir. Hati Ia ikut hancur luluh mendengarnya. Ia peluk ibu itu. Hendak dibiarkannya menangis di pundaknya. Tapi belum sampai ke peluknya... Continue Reading →

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: