RSS

Arsip Kategori: sajak sajak 2010

Pulanglah Penyair Petualang!

Kukembalikan bait puisimu
yang penuh kelu mendayu,
nyatanya kata cuma dusta
dari petualang yang dahaga.

Kukembalikan seorang penyair
yang bertualang tak kenal akhir,
memburu cinta para perempuan
yang limbung pahami kehidupan.

Biar segala kembali ke asal.
Ku tak mau berkayuh dalam sesal,
setelah teperdaya cumbuan gombal
dari bibir seorang pembual.

Ya.

Kukembalikan sebentuk puisi
kepada penyajaknya,
seperti seorang penyihir
kembali pada ucap mantranya.

SandraPalupi

 
Leave a comment

Posted by pada 26 Mei 2010 in sajak sajak 2010

 

Ambigu

kalian datang sarat hasrat
bawa cinta yang sempurna
untukku yang pernah dungu
tuju surga yang ungu

mama, jangan lagi angani bunuh diri
yang jiwanya ingini setia ciumi kami

rambutku sudah diurai
darah tlah dikeluarkan dari luka
di bangsal ini aku bercerai
dari putus asa dari kering jiwa

pasien kesekian kasus kering peluk
dinyatakan sembuh karna kalut terbalut

kutatap suami yang seperti ngerti
pernah di kegelapan kudekap kau
dimana gerangan lelakiku
lalu air matamu ngalir

istriku, tak kubiarkan sesakmu berulang
biar binar bahagia tak lagi berpulang

mengapa kalian awetkan cinta
padaku yang begini rapuh
dimana sebenar benar bahagia
yang sejuknya buatku mengaduh

mari lekas menuju rumah
sebab kesanalah
masih mungkin kutemu
serpihan lelakiku

2010

 
Leave a comment

Posted by pada 20 Mei 2010 in sajak sajak 2010

 

MENOLAK LUPA!

kulihat poster poster bergambar Munir
MENOLAK LUPA!
tegas terbaca
di gang gang di jalan jalan tercium bau anyir

diingatkan Mei
dimana mana kemana mana
dari masa ke masa
dehumanisasi terus terjadi

yang hidup
dipaksa mati
yang hilang
tak kembali

apa yang bisa kubuat?
dengarkan suara korban?
sebarkan kisah mereka?
dalam bentuk apa saja kubisa?

Elie Wiesel bilang,
“Mari merebut ruang,
agar kata kata terakhir
tidak dikuasai pelaku
tapi jadi milik korban!”

Jogjakarta, 2010

SandraPalupi

Gambar :
http://antitankproject.wordpress.com/tag/menolak-lupa/

Tentang Elie Wiesel:
http://id.wikipedia.org/wiki/Elie_Wiesel

 
1 Comment

Posted by pada 15 Mei 2010 in sajak sajak 2010

 

Pada Titik Perjalanan

ia menjelma petir
diluar kehendak
yang menggelegar getir
dimana hendak

sekeras tenaga
ia menolak
segenap jiwa
ia mengelak

o, hasrat ini
tak seharusnya kualami
rasa ini
tak semestinya kuikuti

sekuat kuat ia bertahan
pertaruhkan kesetiaan
sekuat kuat ia berdoa
pertaruhkan kemurnian

tapi ia menjelma petir
yang menggelegar getir

seterang terang pijarnya
sepilu pilu hatinya

2010

 
2 Comments

Posted by pada 14 Mei 2010 in sajak sajak 2010

 

Kaca Spion

Keseharian ini tiba.
Kau kejar kupu kupu
kutata masa depanmu.
Pagi ingatkan keterpisahan.

Tangan kau kecup.
Wajah kucium.
Letakkan berkat di dahi.
Bersiap saling melambai.

Kendaraan melaju.
Kau pandangi punggung,
kutatap utuhmu lewat kaca.
Lambaian jauh menjauh
menuju hilang.

Rayap misteri jalari sukma,
mengapa jalan tak mau henti.
Tiada rambu kujumpa,
tanda jeda tuk istirah.

Sejak kini,
aku bagai seorang spion
yang terbatas ikuti gelakmu
terpaku bisu menahan rindu
lewat kaca spion.

Jaga baik dirimu, sayang.
Meski mendung meski malam,
mentari tak kemana bukan?

Kali ini,
ibu pamit pergi
tanpa tanda kembali.

.

SandraPalupi

 
Leave a comment

Posted by pada 30 April 2010 in sajak sajak 2010

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.