Kemana perginya mimpi semalam, yang sepanjang hari menyisakan perih. Seperti ombak dalam ragu. Datang pergi. Datang pergi. Menjauh dekat. Jauh mendekat. Keterlaluan menggodaku.
Bukankah kuraih tubuhmu seluruh utuh? Kumiliki bibir kanak kanakmu. Begitu satu kita. Begitu satu. Tapi jiwa aku tak kuasa. Sungguh tak kuasa kugenggam. Sebatas apa hendak kutahu. Rindumu. Cintamu. Hati. Nama ku kah hanya. Bersemayam disana.
Aku tertawan oleh risau sendiri. Kau. Adakah kau ngerti. Aku gila oleh keterbatasan ini. Tak bisakah kubaca kitab rahasia di ceruk hatimu? Mengapa tak bisa. Tuhan?
Mengapa aku begini air mata. Seakan garam sedang kubutuhkan bagi kisahku yang entah. Mimpi mimpi kabur meninggalkan duri. Hari hari lari meninggalkan nyeri. Temani, temanilah aku. Sangat sepi disini. Dan kau sudah pergi. Lagi.