Tentang Keserakahan Manusia

Ibu menggiring sungai. airnya melaju ke tanah kering. hei, Ia sirami daun daun yang tak pernah mandi. ditujuNya pula binatang binatang layu. semuanya tersenyum pada Ibu. senyum terbaik dan unik. tibatiba. manusia manusia dahaga berlari ke air. menampungnya dengan segala daya. tak peduli diri perlahan tenggelam. tak ada… yang membantu Ibu. mereka mengejar air, tak mampu melihat Ibu.

(Status Fesbuk, 19 Pebruari 2010)

*

Komentar Apik:

ibu yg pilu.. – Massakerah Tossin
ibu akan terus memandikan daun daun. – Wes Wesman

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s